Cari Artikel

Selasa, 05 Januari 2010

Mengapa kita merasa geli kalo dikelitikin, temukan jawabannya disini!



Mengapa kita merasa geli kalo di kitikin yah gan?

Ini pertanyaan yg ane sering terlintas di pikiran ane, sehingga ane pun penasaran pingin tau jawabannya. Setelah googling kesana kemari, akhirnya ane menemukan jawabannya, dan ternyata begitu to sebab kita menjadi geli...


Quote:
Geli. Apakah itu?

Dari sumber yg saya baca, merasa geli adalah reaksi fisiologis yg definisinya 'tidak dapat dikendalikan otak'. Jadi kita sama sekali gak bisa ngatur 'perasaan' geli ini. Entah itu intensitasnya, dimulai dan diakhirinya, dll. Nah, geli ini termasuk Sistem somatosensori dalam tubuh kita. Apa itu sistem somatosensori? jawabannya adalah suatu sistem indra yang mendeteksi pengalaman yang disebut sentuhan atau tekanan, suhu (hangat atau dingin), sakit (termasuk gatal dan geli), termasuk juga propriosepsi (sensasi pergerakan otot) serta posisi persendian seperti postur, pergerakan, visera dan ekspresi wajah. Perasa visera terkait dengan informasi indra dari dalam tubuh seperti sakit perut. Sentuhan dapat dianggap sebagai salah satu dari lima indra manusia; meskipun sewaktu seseorang menyentuh sesuatu atau seseorang, berbagai perasaan dapat timbul: persepsi tekanan (bentuk, kelembutan, tekstur, getaran, dll), suhu relatif, dan kadang nyeri. Dengan demikian, istilah "sentuhan" biasanya merupakan kombinasi dari berbagai indra.
Quote:
Yang Terjadi Ketika 'Merasa' Geli

Menggelitik dengan gerakan-gerakan lembut ujung jari tangan, akan membangkitkan sensor-sensor peraba yg lebut dan tipis, tepat di bawah kulit. Makanya, kita gampang terasa geli di bagian kulit yg tipis, kayak telapak kaki.
Efeknya biasanya TERTAWA. Tapi percaya ato nggak, yang sesungguhnya terjadi adalah peningkatan denyut nadi dan tekanan darah. Atau dalam bahasa 'manusianya', kita menjadi WASPADA atau CEMAS. Yup. CEMAS inilah penyebab rasa geli itu. Otak akan menanggapi rangsangan tersebut lebih kurang sebagai 'ancaman' atau 'gangguan'. Makanya disebut keadaan CEMAS.
Rasa CEMAS ini bisa menjadi berbahaya. Karena ketika seseorang digelitikin lama-lama, rasa itu berkumpul, dan terasa gak nyaman. Jadi rasa geli kalo lama2 di kelitikin juga bisa ilang gan, malahan kitanya jadi ga nyaman, bener ga gan???
Quote:
BAGIAN tubuh manakah dari diri kamu yang paling merasa geli? Telapak kaki? Ketiak? Jari-jari, pinggang? Mana lagi? Mengapa “hanya” bagian-bagian tertentu yang bisa geli?

Beberapa bagian tubuh yang “geli-an” tersebut memiliki lebih banyak syaraf perasa daripada bagian tubuh lainnya. Mengapa demikian?
Rasa Geli sebenarnya juga pertanda bahwa bagian tubuh tersebut lebih peka dari yang lainnya. Lebih peka berarti juga bagian tubuh itu “terlindungi” dari “bahaya” yang mungkin mengancam, dan itu berarti menjaga kelangsungan hidup kita. Ketiak yang peka sebenarnya adalah untuk menghindari “luka” akibat sentuhan yang berlebihan di brachial plexus, yang menyebabkan kelumpuhan lengan. Begitu juga rongga hidung, telinga, mata, yang merupakan sasaran empuk benda-benda kecil yang bisa jadi masuk kesana. Tubuh kita memang telah memiliki mekanisme otomatis dalam perlindungan diri.
Jadi ga smua bagian tubuh kamu merasa geli gan
Quote:
Mengapa kita ga merasa geli kalo di kelitikin sndiri?

Kita bisa merasa tidak geli karena otak kita dapat memberitahu sensasi-sensasi geli yang disebabkan oleh tindakan diri kita sendiri dan memberinya prioritas rendah. Karena hal tersebut, tubuh lebih mau menerima sensasi-sensasi yang berasal dari sumber-sumber di luar mungkin lebih penting. Sebuah penelitian tentang hal ini menunjukkan bahwa area-area otak yang memproses informasi sentuhan (korteks somatosensoris) lebih aktif pada waktu subjek digelitik oleh orang lain ketimbang pada walktu digelitik oleh dirinya sendiri. Dah tau jawabannya kan gan? makanya ga berasa kan kalo ngelitikin sendiri, mendingan di kelitikin sm orang lain
Quote:
Gimana gan, sudah jelaskah? Jadi begitulah jawabannya kenapa kita merasa geli kalo di kitikin



By : ndeso_inside

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beri komentar pada artikel ini

Related Posts with Thumbnails